Masyarakat pasti tidak asing dengan kata APBN, namun tidaklah terlalu tertarik mencari tahu lebih jauh. Padahal dengan mengetahui lebih jauh mengenai APBN seperti pengertian, fungsi tujuan, serta mekanisme penyusunan APBN merupakan suatu hal yang bagus. APBN sendiri merupakan hal yang diurus oleh pemerintah yang tentunya memerlukan perhatian khusus sehingga tidak akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.

Mekanisme Penyusunan APBN

Arti Dari APBN

Sebelum membahas lebih jauh mengenai mekanisme penyusunan APBN yang biasanya ingin diketahui oleh masyarakat haruslah mengetahui arti dari APBN itu sendiri. Untuk APBN sendiri adalah kepanjangan dari anggaran pendapatan dan belanja negara. Dimana APBN ini merupakan sebuah susunan rencana keuangan pemerintah setiap tahunnya yang telah disetujui oleh DPR.

Dimana dalam susunan anggaran ini tercatat seluruh transaksi keuangan negara, baik sebuah pemasukan ataupun pengeluaran (belanja) pemerintah mulai dari awal bulan hingga akhir bulan dalam setahun. Untuk Indonesia sendiri penyusunan APBN diurus oleh kementerian keuangan Negara Republik Indonesia yang tentunya harus disetujui oleh DPR sebelum akhirnya dianggap sah.

Fungsi Dari APBN

Fungsi utama dari APBN adalah sebagai sumber utama pendanaan pembangunan negara, baik itu masalah kestabilan ekonomi, pertumbuhan ekonomi ataupun pemerataan ekonomi. Berikut secara terperinci fungsi dari APBN yang bisa jadi referensi:

  • Stabilitas perekonomian. Sebelum membahas mekanisme penyusunan APBN haruslah mengetahui fungsi dari APBN khususnya fungsi stabilitas perekonomian. Dimana fungsi ini berkaitan dengan politik anggaran. Dimana akan membantu saat kondisi melemahnya pertumbuhan ekonomi yang akan mendorong ataupun menekan laju inflasi.
  • Distribusi pendapatan. Fungsi distribusi pendapatan memiliki instrumen utama yaitu pendapatan dari subsidi dan pajak. Dengan anggaran APBN akan mampu memperbaiki distribusi pendapatan negara. Dimana pajak yang dibayar masyarakat akan diterima dan digunakan sebaik mungkin tentunya untuk kebaikan masyarakat Indonesia kembali.
  • Alokasi barang publik. Yang terakhir merupakan fungsi terakhir adalah fungsi alokasi barang publik. Barang publik sendiri merupakan sarana dan prasarana yang merupakan hak publik, contohnya sekolah, pelayanan kesehatan, jalan raya, serta lainnya. APBN akan menyediakan dana untuk penyediaan semua alokasi barang publik.

Aspek Penting Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menyusun APBN

Ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan sebelum membahas mengenai mekanisme penyusunan APBN. Dimana semua aspek ini akan menjadi acuan dalam menganalisis penyusunan APBN. Berikut aspek penting yang harus diperhatikan sebelum menyusun APBN yang wajib dipahami:

  • Aspek sistem pembiayaan daerah yang adil. dimana semua hal harus dipastikan proposional, transparan, bertanggung jawab, rasional dan juga partisipatif.
  • Berikutnya aspek penerimaan pajak haruslah ditingkatkan. Termasuk dalam hal penggalian sumber penerimaan serta pengerahannya.
  • Lalu ada perkiraan keadaan ekonomi global yang terus meningkat pertumbuhannya dibandingkan sebelumnya. Karenanya perlu sangat diperhatikan.
  • Selain itu penyediaan barang kebutuhan pokok sehari-hari untuk rakyat harus diperhatikan. Apakah telah merata dan harga sesuai perekonomian, sehingga akan stabilnya kesejahteraan rakyat.
  • Hal terakhir adalah perkiraan harga minyak bumi di pasar internasional diperkirakan rendah dibandingkan tahun yang lalu, sehingga perlu diperhitungkan pengalokasian dan penerapannnya.

Mekanisme Penyusunan APBN

Untuk mekanisme penyusunan APBN sendiri memiliki 4 tahapan. Dimana setiap tahapannya wajib dilalui dengan baik dan benar. Berikut 4 tahapan mekanisnme penyusunan APBN yang wajib diketahui:

1. Penyusunan RAPBN

Mekanisnme penyusunan APBN yang pertama adalah menyusun terlebih dahulu RAPBN atau rencana anggaran pendapatan dan belanja nasional. Dimana akan ada lembaga terkait yang akan menganalisis rencana anggaran. Semua analisis tersebut berdasarkan dari asumsi yang dikumpulkan dari makroekonomi Indonesia.

2. Merancang Anggaran RAPBN

setelah disusun barulah RAPBN dirancang, dimana yang merancang ini adalah wakil presiden. Rancangan tersebut mencangkup pemasukan yang ada serta pengeluaran untuk belanja negara yang ada. Setelah rancangan telah selesai ditetapkan barulah difinalkan kedalam bentuk nota keuangan. Untuk menentukan ini akan diadakan rapat sidang kabinet, sehingga semua jelas dan transparan.

3. Pengajuan RAPBN

Setelah semua anggaran telah disepakati saat rapat sidang kabinet, barulah pemerintah mengajukan RAPBN kepada DPR. Dimana RAPBN tidak akan langsung diterima, namun akan didiskusikan lebih lanjut kembali untuk kelanjutannya seperti apa.

4. Disetujuai Atau Ditolaknya RAPBN

Setelah diskusi lanjutan oleh DPR, mekanisme penyusunan apbn yang terakhir adalah hasilnya apakah akan disetujui ataukan ditolak. Semua berdasarkan isi dari RAPBN jika tidak ada pertentangan akan disetujui. Namun jika RAPBN tidak disetujui maka akan menggunakan APBN yang terdahulu (tahun lalu) sebagai acuan (tidak diganti). Jika disetujui RAPBN akan disahkan menjadi APBN yang baru

Lihatlah video menarik berikut ini :

Itulah hal mengenai mekanisme penyusunan APBN yang wajib dipahami masyarakat. Dengan memahami hal mengenai APBN tentunya masyarakat tidak akan merasa dibohongi mengenai alokasi dana pada pemerintahan.

Salam sukses – CV. Cakrawala Persada