Perempuan erat kaitannya dengan emansipasi seperti sisi mata uang yang tak terpisahkan. Sejak awal kemerdekaan pemberdayaan perempuan sangat berpengaruh terhadap proses pembangunan nasional. Gerakan emansipasi perempuan pertama kali diperkenalkan oleh RA. Kartini seorang pahlawan nasional yang menyuarakan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama.

Pemberdayaan Perempuan

Kasus yang saat ini menjadi perdebatan diantara para perempuan yakni penghapusan RUU Kekerasan Seksual. Kondisi ini menunjukan bahwa peran pemerintah kurang peduli atas kasus-kasus yang dialami kaum perempuan. Inilah yang menjadi alasan mengapa pemberdayaan perempuan itu sangatlah penting. Berikut beberapa program pemberdayaan perempuan terhadap kasus yang sering terjadi kepada kaum hawa:

1. Program Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)

Merupakan sebuah lembaga perempuan yang dibentuk untuk korban kekerasan maupun pelecehan seksual. Bisa dikatakan sebagai tempat rehabilitas agar para korban tidak mengalami trauma atau ketakutan berlebih.

Tidak hanya itu lembaga ini juga ikut serta dalam  memerangi kasus kekerasan dan pelecehan seksual sekaligus menanggulangi penyebabnya. Program ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam pemberdayaan perempuan.

Di P2TP2A ini para perempuan diarahkan agar bisa mengembangkan bakat dan keterampilannya, sehingga ketika kembali ke masyarakat tidak akan menjadi beban ataupun merasa diasingkan.

2. Latihan Ketrampilan dan Keahlian

Program selanjutnya dalam menuntaskan kasus-kasus ketidakadilan adalah menampung setiap keahlian yang dimiliki para korban untuk terus mengasah kemampuannya.

Bentuk latihan ketrampilan seperti menjahit, pelatihan tata rias, membuat kerajinan dari daur ulang sampah, salon, memasak, dan sebagainya. Lamanya setiap program pelatihan ini tergantung tingkat kemampuan masing-masing individu dalam pemahaman teori maupun praktiknya.

Metode yang dilakukan dalam program ini menggunakan cara partisipatif dimana semua peserta memiliki hak yang sama untuk ikut berpartisipasi dan memilih jenis keahlian yang dimilikinya, jadi tidak ada unsur pemaksaan.

3. Bisnis

Sementara program yang lain yaitu input produksi, maksudnya adalah memberikan modal atau bantuan kepada korban perjuangan untuk melakukan bisnis maupun produksi barang untuk dijual. Kegiatan ini bekerjasama dengan Departemen Sosial dan lembaga masyarakat lainnya.

Modal yang diberikan bisa berupa uang, ataupun barang yang sudah jadi seperti peralatan mesin jahit, peralatan masak, salon, dan bisa juga gerobag bakso, sayur. Dengan program ini diharapkan para korban semakin produktif tentunya tetap semangat menjalani hidup.

Bagi yang sudah menerima modal atau bantuan, dapat langsung menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan ditabung sebagian penghasilan yang di peroleh. Selain meningkatnya produktivitas juga mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.

4. Pemasaran

Program pemasaran ini merupakan kelanjutan dari program bisnis, dimana setiap korban diberikan modal atau biaya untuk usaha. Nah, untuk kelanjutannya yaitu ketika para perempuan sudah produktif dalam artian mampu menghasilkan uang dari usahanya maka dilakukanlah sistem pemasaran.

Bagaimana caranya? Yakni dengan menjual dagangan melalui pameran atau event-event yang di selenggarakan pemerintah daerah. Dari lembaga sendiri juga bekerjasama dengan para pengusaha agar mau membantu mempromosikan dagangannya.

Dari hasil penjualan dagangan tersebut, di buatlah tabungan bersama yaitu 10%  dipotong untuk kas. Tujuannya agar ketika ada keperluan mendadak bisa memanfaatkan tabungan tersebut.

5. Kegiatan Bertukar Pikiran

Kegiatan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan setiap individu korban pelaku kekerasan dan seksual lalu dibentuk kelompok terdiri dari 4-5 orang. Hal ini bertujuan untuk saling bertukar pikiran atas apa yang telah terjadi.

Contohnya saja bercerita pengalaman pribadi, mengapa bisa menjadi korban apa yang menjadi latar belakang kekerasan dan pelecehan seksual marak terjadi di Indonesia. Apakah hukum di Negeri ini tidak memberikan rasa aman kepada para perempuan?

Lihatlah video menarik berikut ini :

Program ini bukan untuk membuat para korban malu karena harus menceritakan semua aib yang pernah dialami. Melainkan tujuan dari program ini agar para korban bisa saling menguatkan, memberikan dukungan satu sama lain, bukan malah menjatuhkan.

Salam sukses – CV. Cakrawala Persada